Uring-uringan istriku semakin memuncak
karena aku tak dapat menjemput istriku mengajar, karena jadual perkuliahan
istriku mengajar mundur sehingga istriku pulang sekitar pukul setengah sepuluh
malam bahkan sampai pukul sepuluh dimana perumahan yang kutempati sudah sangat
sepi.
Ketika hati kedua aku akan
menjemput, aku lewat pintu dapur di samping rumah yang cukup rimbun. Baru pintu
kubuka sedikit, kulihat istriku yang mengenakan blouse merah dan rok klok hitam
turun dari boncengan sepeda penjaga malam yang kukenal bernama Pak Deran , lelaki
tua berumur 65 tahunan, tapi masih tegap itu.
“Terima kasih, Pak Deran….!!! ”
kata istriku pelan
“Aah, nggak papa, saya senang,
kok tolongin, ibu….!!!!! ,” kata Pak Deran sambil cengar cengir dan tak kunyana
tangan kiri Pak Deran memegang tangan istriku dan mengarahkan ke selangkangan
nya yang menyembul, sedang tangan kanan Pak Deran langsung meremas remas
payudara kanan istriku.
Akupun teringat omongan Pak Deran
saat awal-awal aku berkenalan. dimana Pak Deran pernah bercerita sering wanita
yang sudah bersuami di desanya dibuatnya kelenger oleh batang kemaluan, dan
nama Deran adalah nama olok-oloknya kepanjangan dari Gedi sak Jaran, sebesar
punya kuda, dan Pak Deran tak punya tempat tinggal tetap sehingga tidurnya
berpindah-pindah di rumah teman-teman se desa nya yang ada di kotaku dan ia
juga pernah bercerita padaku, istri temannya sering dia setubuhi saat suaminya
tidur pulas.
Esok malamnya aku bersembunyi
beberapa meter sebelum jalan masuk perumahanku dan beberapa saat kemudian dari
kejauhan kulihat Pak Deran tengah membonceng istriku dengan sepeda bututnya dan
aku mengambil posisi yang terlindung tapi dapat melihat dari dekat. Hatiku pun
berdegup kencang saat kulihat istriku bergayut menempelkan payudara kanannya ke
pinggang Pak Deran dan kakiku hampir tak dapat berdiri saat kulihat kedua
tangan istriku sedang mengocok dan mengelus-elus batang kemaluan Pak Deran yang
sebesar batang kemaluan kuda itu sehingga aku sempat melihat jari-jari tangan
istriku tak dapat menggenggam batang kemaluan Pak Deran.
Beberapa saat Pak Deran dan
istriku berlalu, aku sedikit berlari agar aku sampai di rumah sebelum istriku
dan Pak Deran sampai dengan mengambil jalan pintas, tetapi karena kurang
hati-hati aku terperosok dan kurasakan kakiku terkilir, sehingga aku tak dapat
berjalan cepat. Akupun berusaha berjalan dengan menyeret kakiku, dan akhirnya
dengan susah payah aku sampai di rumah. Aku lewat pintu dapur dan kulihat
sepeda Pak Deran ada di balik rerimbunan pintu samping.
Dengan perlahan aku masuk dan
menuju ruang tamu dengan hati-hati dan kudengar suara “croop croop” dari ruang
tamu, akupun membuka sedikit selambu yang menutup ruang tamu dan ruang tengah,
mataku pun seakan terlepas dari tempatnya saat kulihat istriku sedang
berjongkok di depan Pak Deran dan tengah mengulum batang kemaluan Pak Deran
yang besar panjang dan berurat-urat sebesar cacing tanah sehingga mulut istriku
kesulitan mengukum batang kemaluannya yang amat besar itu, sedangkan tangan
kanan Pak Deran menyusup di blouse kuning istriku sedang meremas-remas payudara
kiri istriku dan tangan kanan Pak Deran membelai-belai rambut pendek istriku.
Punggung kaki kanan Pak Deran
tengah menggosok-ngosok selangkangan istriku yang duduk jongkok terkangkang dan
di atas meja tamu kulihat BH tipis cream dan celana dalam merah istriku
tergeletak di dekat tas kerja istriku.
“Oooooohhhhh. …eeuuunaak Bu Yatii
?!!!!!” kudengar Pak Deran mendesis, akupun benar-benar tak kuat menopang
tubuhku dengan satu kaki melihat istriku tengah “membayar” kebaikan Pak Deran
untuk menjemputnya dari jalan raya, sehingga akupun jatuh tersungkur dan
membuat istriku dan Pak Deran kaget.
“Bu Yati, mungkin suami ibu
..????” kudengar bisikan Pak Deran. Mereka pun berlari mendapatiku tersungkur.
“Kenapa, mas? tanya istriku. Aku tak menjawab dan mereka pun tahu kakiku
terkilir karena celanaku berlepotan tanah.
Akhirnya akupun dipijat oleh Pak
Deran dan memang agak berkurang sakitnya. Akupun disuruh Pak Deran beristirahat
dan Pak Deran akan kembali esok pagi. Pak Deran pun berpamitan dan Kudengar
istriku mendesis pelan sebelum pintu depan ditutup.
Setelah pak Deran pergi, istriku
menanyakanku darimana dan kujawab aku akan menjemput nya tadi, tapi ditengah
jalan terjatuh.
Keesokkan paginya Pak Deran
datang dan memijitku lagi dan terakhir aku tak mengerti kenapa Pak Deran
menusuk-nusuk batang kemaluanku dengan sarung kerisnya dan Pak Deran memberiku
ramuan untuk diminumkan kepadaku oleh istriku.
Pagi itu istriku memakai daster
dari kaos yang agak ketat, daster ini kesukaanku karena mempunyai resleting di
depan sampai ke perut dan aku tahu pagi itu istriku tak mengenakan BH karena
kedua puting susu istriku yang besar menonjol dari daster kaos ketatnya dan
istriku merias diri seperti akan berangkat kerja.
Istriku dan Pak Deran keluar dari
kamar, sambil menarik pintu kamar, akan tetapi tidak tertutup rapat dan masih
sedikit terbuka, setelah aku berpura-pura tidur sehingga aku masih dapat
mendengar pembicaraan mereka.
“Sudah, Jeng Yati…..!!! ”
terdengar kata Pak Deran menyebut istriku “Jeng”.
“Aku masih takut, Pak ……!!!!”
bisik istriku
“Ayo dicoba saja, Jeng Yati…..!!!
,” bisik lagi Pak Deran.
Kemudian Istriku masuk kamar
kembali dan aku sedikit kaget saat istriku mengelus elus batang kemaluanku dan
aku pura-pura terbangun, sementara batang kemaluanku langsung bangun, kemudian
istriku melepas celana dalam nya. “Eeeeehhh… Diikkk, apa… Pak Deran sudah
pulang….? tanyaku
“Sudah…!!! ” istriku menjawab
singkat dan kini mengocok batang kemaluan ku, sambil naik keatas tempat tidur
dan mengkangkangkan kedua kaki di atas tubuhku, sementara selangkangannya
mendekati batang kemaluanku dan…..
“Crot crot crot” tak tahan aku,
air maniku lansung keluar saat menempel bulu-bulu kemaluan istriku.
“Aaaaahhhhhh. ….maaasssss. …..!!!! !,” bisik istriku yang terus mengocok batang
kemaluan ku dan tak lama kemudian bisa berdiri lagi dan untuk kedua kalinya
airmaniku tersenbur kembali saat masih menempel di bulu-bulu kemaluan istriku
.
“Mas kok, begini terus. Sudah
berapa bulan, mas. Aku sudah pingin sekali, mas. Aku pingin penyaluran.. !!”
kata istriku sambil melap air maniku di bulu-bulu kemaluan nya. Kemudian
Istriku keluar kamar dan kudengar bisikan Pak Deran
“nanti malam…,yaaa. . , Jeng
Yati…!!!”
Siangnya aku menahan sakit di
batang kemaluan dan utamanya di lubang kencingku sebelum istriku berangkat
mengajar, aku tak mengatakan pada istriku dan akupun terkulai dan tertidur
hingga kudengar pintu depan terbuka saat istriku pulang.
“Pak Deran saya masih takut,
aahhhh…..! !” terdengar bisikan istriku
“Ayo, cepat, Jeng Yati,….” suara
mendesak Pak Deran berbisik.
Aku menutup wajahku berpura pura
tidur saat istriku masuk kamar dan kulihat istriku merias diri dan melepas
semua yang menempel tubuh sintal istriku tak terkecuali celana dalam dan BHnya
pun tak lagi di tempatnya dan mengambil kaim panjang dan melilitkan ketubuh
sintalnya sehingga lekuk tubuh istriku dimana kedua payudara dan kedua puting
nya menonjol di bagian dada dan pantat bahenol nya.
“Mas mas ..!!!” istriku
membangunkanku.
“Eeeh ? ada apa, dik….?”
tanyaku
“Eee ? aku eeee ?. Pak Deran mau
mijit aku mas?!!!” kata istriku terbata-bata.
“Lho, kamu sakit atau terjatuh….
?? tanyaku.
“Eehh enggak mas, ee katanya dia
bisa mengurangi nafsuku ..!!!!” kata istriku mengagetkanku. Tapi lidahku kelu,
tak dapat berbicara.
“Maass kan tak bisa memuaskanku,
sedangkan aku pingin sekali, Pak Deran bisa mengurangi nafsuku, mas, bolehkan….
????” aku hanya diam dan diam, istriku pun menganggapku setuju.
“Paaakk…Pak Deran, ayoo…masuk
siniii…, pak..!!!” istriku memanggil Pak Deran. Pak Deran yang mengenakan
sarung membawa tas plastik itupun masuk kamarku. Kemudian istriku tidur
tengkurap diatas tempat tidur disampingku dengan posisinya berlawanan denganku
sehingga kaki istriku di dekat kepalaku dan Pak Deran duduk dipinggir ranjang,
serta mulai memijat betis istriku, telapak kaki dan kemudian kedua tangan
istriku. Kelihatan pijatan Pak Deran wajar-wajar saja, sampai akhirnya Pak
Deran memijat tengkuk istriku dan kulihat mulutnya komat kamit seperti membaca
sesuatu, kemudian Pak Deran meniup tengkuk istriku dan…..terdengar istriku
mendesis “Eccch ?eeeeccchhhhh. …!!” 2 kali dan ke 3 kalinya istriku semakin
mendesis.
“Dibalik badannya, Jeng….!!!! !!”
perintah Pak Deran pada istriku dan Pak Deran memijat kedua tangan istriku dan
kemudian kaki istriku.
Pak Deran akhirnya memijit
punggung dan telapak kaki istriku dan istriku semakin mendesis-desis dan
tubuhnya mulai meregang.
“Ini mulai, Jeng Yati,…!!!” kata
Pak Deran semakin intensif memijit telapak kaki istriku dan istriku makin lama
makin meregangkan kedua kakinya dan kedua lututnya semakin tertekuk. Begitu Pak
Deran memijat kedua pergelangan kaki istriku, istriku langsung mengkangkangkan
kedua kakinya sehingga terlihat olehku selangkangan istriku yang ditumbuhi
bulu-bulu lebat….
“Wuuh Jeng Yati sangat tinggi
ini..!!!” kata Pak Deran dan tangan kanannya meraih tas plastiknya dan kuingat
Mbah Muklis, dan Pak Deran membuka bungkusan yang berisi sarung keris sebesar
batang kemaluan orang dewasa tapi tanpa keris dan diletakkan diantara kedua
kaki istriku yang terkangkang tanpa sepengetahuan istriku.
Pak Deran berdiri dan mendudukkan
istriku dan Pak Deran kemudian duduk bersila di belakang istriku, Pak Deran
memijat tengku istriku kembali dan meniup niup tengkuk istriku dan kulihat
kedua tangan istriku lunglai dan istriku mendesis desis sedangkan sarung keris
itu merayap mendekati selangkangan istriku dimana istriku semakin
mengkangkangkan kedua kakinya. Istriku semakin lunglai dan tubuh istriku rebah
ke dada Pak Deran yang sudah mengkangkangkan kedua kaki di samping tubuh
istriku
“Paak apa ituuuu…paaakkkk? !!!!”
istriku mendesis saat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa menempel di
selangkangannya dan pantat bahenolnya pun bergetar.
“Paaak apaaa oooooooccccchhhhh
….paaakkkk ?!!!!!!!” istriku merintih panjang.
“Biar nafsumu keluar, Jeng…..!!!
!” kata Pak Deran dan kulihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa
bergetar dan kudengar bunyi “kecepak di selangkangan istriku, sambil pantat
bahenol bergetar.
Aku hanya bisa melotot melihat
sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa mulai menguak bibir vagina istriku
dan membuat istriku mengkangkangkan kedua kaki nya lebih lebar-lebar lagi.
“Paaaaak Deraaan ooooohhhhh.. ..kookkkk masuuuk?..paaakkkk. …!!!!!” istriku
merintih dan kulihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu mulai
menembus masuk liang vagina istriku. “Apanya yang masuk, Jeng …..???? tanya Pak
Deran berpura pura.
“Nggak tahu paaak..iiiii.
..oooooggggghhhh hhh…… paaakkkk. ….!!!!” istriku mendesis
“Lho, masuk kemana…..? ” tanya
lagi Pak Deran
“EEEcccgggghhhhh. .. ke…keeee.. .
amuuukuuuu?paaaakkkk ?!!!!” istriku merintih dan mulai menceracau menandakan
nafsu nya sudah mulai naik.
“Anu, apa Jeng Yati….?
“OOcch anuu….kuuu. … paaaak,….!
!!!” istriku merintih-rintih dan kedua tangan Pak Deran mulai turun ke kedua
lengan istriku dan…..
“Paaaak….jaaaa. …jaaangaannnn.
..paaaakkkkk. …aaaa.. ..aaaaaddaaa. .. ….ssuuuu.. suu….. uuuamikuuuu.
.paaaakkkkkkk. ….!!!!! ” istriku mendesis panjang terputus-putus saat kedua
tangan keriput Pak Deran mulai meremas-remas kedua payudaranya,
“Anu apa, Jeng Yati…..? bisik Pak
Deran di telinga kanan istriku dimana kepalanya terkulai dibahu kiri Pak Deran.
Sementara itu, ujung tumpul sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu
berputar menggetarkan pantat bahenol istriku dan
“Toroookkuuuuuu paaaaak adaa
yang….maaaaa. .. maaaasuuk toroookkuuuu? !!” istriku meracau dan
“Hhhhuuuuuaaaaggggg hhhhhh…
.aaaaaaaddduuuuu uhhhhh… …beee.. beeesaaa arrrrr…… aaaammmmmaaaatttttt
….paaaakkkkkk ?..!!!!” rintih istriku dan sarung keris sebesar batang kemaluan
dewasa menembus makin dalam liang vagina nya.
“Ayo….jeeengg. sambil… dilihat..
..!!!!,” kata Pak Deran enteng sambil menyungkapkan kain panjang istriku hingga
selangkangan istriku terlihat dan Pak Deran menundukkan kepala istriku yang
lunglai ke selangkangan nya, yang mulai dijejali sarung keris sebesar batang
kemaluan dewasa itu. “Iiiiihhhhhhh. …aaaaappaaa iiiiniii…. paaaaaakkkkkk
?!!!!!” rintih istriku, kemudian… “Beeeuuuuzzzaaarrrr ..aaaaammaaaaatt tt….paaaakkkkk?
.ooooo hhhh…paaakkkk. …!!!!!” istriku merintih saat dia melihat sarung keris
sebesar batang kemaluan dewasa itu menembus masuk ke liang vaginanya dan
kulihat bibir vagina istriku menggelembung seolah-olah ditiup, karena desakan
sarung keris besar itu di dalam liang vagina nya sehingga dia semakin
mengkangkangkan kedua kaki nya lebar-lebar.
Istriku mengerang-erang keras
seirama dengan meluncur keluar masuknya sarung keris tersebut menembus liang
vaginanya…
“Nngngngaaaaaaaccch hhh
??beeezzaaaaaarrr hghghghghghhh ??!!!!!” sambil kepala nya lunglai bersandar di
bahu kiri Pak Deran dan kedua tangan keriput Pak Deran menyusup ke kain panjang
bagian atas istriku dan dengan gemasnya Pak Deran meremas-remas payudara
istriku yang menggelinjang- gelinjang, sementara mulut istriku merintih-rintih,
mengerang dan menggeram, dan bahkan badannya kemudian mengejan-ngejan dengan
keras karena sarung keris besar tersebut mulai menghujam makin dalam keluar
masuk di liang vagina nya.
Sementara itu, Pak Deran berhasil
melepas ikatan kain panjang istriku dan terkuaklah kedua payudara montok
istriku, lalu kedua tangan keriput Pak Deran mulai meremas remas lagi dengan
ganas kedua payudara istriku dan jari-jari tangan Pak Deran memelintir sambil
menarik-narik kedua puting susu istriku secara bergantian seolah Pak Deran
sedang merempon sapi betina yang sudah waktunya mengeluarkan air susunya.
“Paaaaaak ??oooooooohhhhh.
…..paaaakkkk. ..!!!” rintih istriku saat mulut Pak Deran mencaplok payudara
kanannya dan tak lama setelah itu bunyi “sreep sreep” terdengar menandakan air
susu istriku telah keluar akibat jilatan lidah Pak Deran di puting susu kanan
istriku. Pak Deran membentangkan tangan kanan istriku yang lunglai agar Pak
Deran mudah mengempot payudara istriku dan kulihat istriku benar- benar
menikmati perlakuan Pak Deran, penjaga malam itu, sementara pantat bahenolnya
bergoyang, berputar maju mundur akibat sarung keris yang keluar masuk di liang
vagina nya dan tubuhnya terus bergetar hebat, nafas istriku mendengus-dengus
oleh perbuatan Pak Deran di payudara nya dan sarung keris sebesar batang
kemaluan dewasa yang menghujam keluar masuk semakin cepat di liang vagina
istriku membuat ia mandi keringat dan….. “Paaaak…paaaaakkk k Deraaaaaan.. .aaaaa…
.aaaaaakuuu. …..oooccccchhh hh…paaaaaak ….aaa aa….aaaakuuu nggaaaaaak taahaaaan
? aaaa…aaakuuuu. ..keee… .keeeluaaaar ?paaaaakkkkk. …..!!!! ” istriku mengerang
keras dan pantat bahenol istriku tersentak sentak dengan kuat ketika dia
mengalami orgasme yang dasyaattt malam itu.
Rupanya sarung keris sebesar
batang kemaluan dewasa di liang vagina nya tak berhenti juga keluar masuk di
liang vagina nya dan bahkan semakin cepat membuat nafas istriku semakin
mendengus-dengus seperti kuda betina yang digenjot tuannya untuk berlari
kencang, dimana pantat bahenol nya tersentak-sentak dan terangkat angkat tak
karuan dan Pak Deran yang sudah menghabiskan air susu payudara kanan istriku,
langsung mencaplok dan mengempot dan menyedot nyedot payudara kiri istriku sementara
jari-jari tangan kanan Pak Deran tak henti-hentinya mremelintir sambil
menarik-narik puting susu kanan istriku dan istriku pun mengangkat pinggulnya
ke atas dannnn
“Paaaaak…ooohhhhh ………
.aaaa…aaakuuuu u keluar lagiiiiiiiiii ??.paaakkkkk.. .. !!!!!” istriku
mengerang mencapai orgasme keduanya. Pak Deran rupanya sudah tak sabar lagi dan
dia menidurkan istriku yang sudah mengkangkangkan kedua kaki dan mulutnya komat
kamit. Selanjutnya, sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu pun muncul
dan keluar dari liang vagina istriku dan seolah mengerti perintah, sarung keris
itu masuk ke tempatnya semula dan Pak Deran menutupkan sarungnya di kedua kaki
istriku yang sudah kegatalan ingin disetubuhi Pak Deran, penjaga malam
perumahanku dan
“Hgggggggggghhhhhh
??..aaaaaaagggghhhhhh hh……! !!!!!” kudengar suara istriku menggeram saat
kulihat pantat Pak Deran mulai turun naik diantara kedua kaki istriku yang
terkangkang lebar seolah punggung istriku digebuk keras.
“ppppfffaaaak ?. amppffuuuuunnnn
?.beeezzzzzaaaaaarrr seeekaliiiiiii kontooolmuuu paaaaak ? hhhgggggggggghhhhhh
h ?..rooobeeeeek naaatniiii liaaaangkuuuu paaaaaak hhhgggggggggghhhhhh
?.!!!!!”
Kulihat kedua jari-jari tangan
istriku yang lunglai itu mencengkeram lengan Pak Deran yang menopang tubuhnya saat
menggenjot batang kemaluan nya ke liang vagina istriku dan entah karena
kebesaran kedua kaki istriku terkangkang lebar, sehingga sarung Pak Deran pun
tersingkap dan betapa kagetnya aku saat kulihat batang kemaluan Pak Deran
sebesar kuda itu sudah separuh menjejali liang vagina istriku, dimana bibir
vagina istriku seolah-olah ditiup menggelembung besar karena desakan batang
kemaluan sebesar kuda Pak Deran itu.
Pak Deran berhenti menghujamkan
batang kemaluan sebesar kuda nya saat istriku melenguh keras dan pingsan. Aku
mengira Pak Deran akan melepas batang kemaluannya yang sebesar kuda dari liang
vagina istriku yang pingsan, tapi mulut Pak Deran komat kamit dan begitu wajah
istriku ditiup oleh Pak Deran, istriku pun tersadar kembali dan Pak Deran
menjejalkan kembali batang kemaluan sebesar kuda nya ke liang vagina istriku
sehingga kudengar gemeletuk gigi istriku merasakan liang vagina seolah robek.
Pak Deran kini mempermainkan kelentit istriku dan istriku mulai mengerang
kembali mendapatkan kenikmatan hasrat seksualnya, sehingga bunyi “cek cek”
lendir vagina istriku terdengar kembali menandakan nafsu istriku mulai naik dan
suara lendir vagina istriku semakin keras dan seperti tak percaya kulihat
batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran mulai masuk ke dalam liang vagina
istriku perlahan namun pasti.
“kontolmu besaaar ? kontolmu
besaaar paaak eeeccch aku nggak pernaaaah merasakan uuummpppfff paaaakk akuuuu
oooocccch paaaaaaakk engngngngngngngng ??.”istriku mengejan keras saat mencapai
orgasme ketiganya malam itu dan hal itu memudahkan batang kemaluan sebesar kuda
Pak Deran semakin masuk ke liang vagina istriku yang berlendir karena
orgasmenya sehingga tak kusangka batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran amblas
keseluruhan ke liang vagina istriku dan Pak Deran menindih tubuh istriku
Baca Juga : Ngajak Threesome Dengan Istri Yang Ketahuan Selingkuh
Kulihat kedua tangan Pak Deran
meremas remas kedua payudara istriku kembali, mulutnya mengulum bibir merah
istriku dan istriku meladeni kuluman Pak Deran dan kulihat lidah Pak Deran
menyusup ke rongga mulut istriku dan menjilati dalam rongga istriku yang kian
terangsang kembali dimana jari-jari tangan istriku meremas remas punggung Pak
Deran dan Pak Deran mulai menggoyangkan pantatnya dan istriku mencengkeram
punggung Pak Deran disertai nafas istriku mendengus- dengus dan tak lama kemudian
pantat bahenol tersentak sentak mencapai orgasmenya ke empat. Malam itu, Pak
Deran menyetubuhi istriku tanpa henti dan aku hanya dapat menghitung pantat
bahenol istriku tersentak sentak lebih dari enam kali dan akhirnya Pak Deran
menggenjot pantatnya naik turun semakin lama semakin cepat dan menghujam kan
batang kemaluan sebesar kuda diserati erangan panjang dan bunyi “preet
preeet”berulang ulang dari liang vagina istriku saat Pak Deran menumpahkan
airmaninya di rahim istriku.
Keesokkan paginya Pak Deran baru
pulang meninggalkan istriku yang hampir pingsan dan seharian istriku tak dapat
turun dari tempat tidur karena liang vagina dan bibir vagina istriku
membengkak.
Hari-hari berikutnya, istriku
menolak dengan halus saat Pak Deran mengajak istriku bersetubuh dan sebagai
gantinya sering kulihat istriku mengulum batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran
dan istriku selalu berusaha menelan air mani Pak Deran saat Pak Deran ejakulasi
di mulut istriku .
Rupanya istriku hampir tiap hari
mengulum batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran dan bahkan sering kulihat dua
kali sehari dan hal ini merontokkan kesehatan Pak Deran yang akhirnya jatuh
sakit dan pulang ke desanya.



0 Komentar