Sungguh beruntungnya aku bisa menikmati tubuh tante muda
yang satu ini. Sebut saja namanya Evalina, perempuan yang aku kenal disebuah
mall waktu itu. Evalina bisa dipanggil tante namun masih muda karena usianya
juga bekum terlalu tua sekitar 31 tahunan. Hingga sekarang aku dan Evalina
masih berhubungan dengan memanfaatkan waktu jika suami Evalina sedang keluar
negri, Karena suami Evalina adalah seorang pengusaha kaya raya.
Berawal ketika aku sedang nongkrong disebuah mall besar yang
berada di kota Surabaya. Sebelumnya aku merasa sangat suntuk sekali hingga aku
putuskan untuk jalanjalan ke mall untuk menghilangkan suntukku. Namun tak
sesuai perkiraanku, siang itu mall terlihat sangat sepi sekali hingga aku duduk
disebuah outlet minuman sambil bengong melihat segelincir orang riwariwi. Namun
tak lama aku bengong, aku melihat dari kejauhan seorang wanita setengah baya
sedang jalan menuju ketempatku.
Terlihat tubuhnya sangat ramping, dengan pakaian yang
terlihat sangat mahal nmaun juga sangat seksi sekali, karena perempuan setengah
baya itu mengunakan rok diatas lutut tinggi banget. Semakin mendekat tubuh
perempuan itu semakin terlihat aduhai sekali, sampaisampai aku menelan ludah
melihatnya. Namun dengan sekejap pandanganku aku alihkan karena perempuan itu
benarbenar datang menghampiriku, dan.
Maaf mas, kalau pasar ikan adanya dimana ya..?
Aku berusaha menutupi kekagetanku dan berusaha menjawab
sesantai mungkin,
Ahh.., Mbak ini becanda ya.. disini mana ada yang jual ikan
mbak. Adanya ya di pasar besar..
Oh, gicu ya Mas ya.. katanya sambil mikir.
Itulah awal pembicaraan kami rupanya dia tadi hanya
memancingku aja, sampai akhirnya kenalan dan ngobrol ngalor ngidul ga jelas.
Namanya Evalina, umur 31 tahun, rumah di Jl. Taman Wilis 1C Malang, mantan
gadis sampul yang bersuami seorang pengusaha. Kebetulan suaminya lagi tugas 1 bulan
ke Liverpool Inggris, jadi dia jalanjalan sendirian. Belum punya anak, karena
suaminya menderita impoten.
Setelah ngobrol selama 1 jam sambil makan di cafe. Lalu, aku
diajaknya ke rumahnya. Dia mengendarai mobil mewahnya BMW Sport 1 pintu.
Setelah sampai di rumahnya yang sangat besar. Padahal aku baru melihatnya dari
depan saja. Setelah diklakFrank sama dia, seorang satpam membuka pintu pagar.
Sebelumnya, Mbak Evalina sudah bilang.
Kalau ada pembantu saya, kamu bilang aja saudara dari
suamiku, ya..?
Sambil berakting layaknya bintang sinetron, Mbak Evalina
memperkenalkan aku sebagai saudara suaminya pada pembantunya. Dan lalu
menyuruhnya untuk masakmasak buat makan malam.
Ayo masuk Frank..? Dudukduduk saja dulu sebentar di dalem..
ya.. Aku mau ganti baju dulu.. katanya setelah pembantunya pergi ke dapur.
Eee.. mbak.. kamar kecilnya dimana ya..?tanyaku.
Ayo deh, Mbak tunjukin..katanya sambil menggandeng tanganku.
Sampai akhirnya tiba di kamar mandi.
Tuh kamar mandinya di sana.. katanya sambil menunjuk ke
pintu di ujung kamar.
Aku langsung ke sana, dan ketika mau menutup pintu, Mbak
Evalina tibatiba menahan pintu dari luar kamar mandi sambil berkata dengan
genit.
Jangan lamalama ya Frank..! Terus ditutup deh pintunya sama
dia.
Pas lagi pipis, mataku tibatiba tertuju pada sebuah benda
panjang yang berada di balik botolbotol sabun. Ketika kuambil.., ternyata titit
plastik yang berwarna hitam..! Lalu.. Karena pintunya tidak kukunci, secara
diamdiam Mbak Evalina masuk ke kamar mandi. Karena saat itu aku sedang kaget,
tibatiba aku dipeluk dari belakang secara lembut. Tangan kiri Mbak Evalina
meraih tanganku yang lagi memegang titit tiruan itu, sedangkan tangan kanannya
meremas Tititku.
Ini mainan aku Frank, kalau lagi kesepian.. bisiknya tepat
di telingaku.
Aku terdiam seperti patung, keringat mengucur dengan deras
sekali..
Tapi jauh lebih enak kalau pake yang asli Frank.. desahnya.
Aku benarbenar tidak dapat berbuat apaapa ketika dia mulai
menjilat leher sekitar telinga. Rasanya geligeli enak dan aku benarbenar
tersihir. Sambil terus menjilat dia berusaha membuka celanaku dari belakang.
Hhh.., jangan Mbak..! aku berusaha mengingatinya.
Tapi.. kenapa Frank..? Hhhmm slurp.. slurp.., nggak suka
ya..? desisnya sambil tetap mencium dan menjilat leherku.
Hhh.., Franky masih perjaka mbak..! kataku.
Ahh.. masak sih.. ayo dong.. ntar Mbak ajarin deh.. nikmat
kok Frank.. mau ya Frank..?katanya
Tapi mmbakk.. hh..teriakku.
Ayo ikut ke kamar Mbak aja ya.. biar lebih enak.. katanya
sambil menarik lenganku.
Dia menuntunku keluar kamar mandi sampai di pinggir ranjang,
langsung memagut mulutku dengan ganas. Lidahnya meliukliuk mencaricari lidahku,
sementara tangannya kembali berusaha membuka celanaku. Aku yang sudah pasrah
dan bengong, mendekap tubuhnya yang sexy dan montok. Setelah celanaku melorot,
ciumannya beralih ke leher, ke dada, perut, dan akhirnya ke tititku. Dia
mengurut tititku pelanpelan, Woowww.. enak banget rasanya.. ohh..? desahku.
Kamu tetap berdiri, ya Frank.. jangan rebah..! pintanya
sambil tersenyum manis.
Aku mengangguk saja.
Titit kamu.. Frank.. enak banget.. hhmm..!
Tibatiba dia langsung menghisap tititku, bahkan
mengocokngocok di mulutnya.
Ohh..? desahku keenakan.
Hhmm.. slurp.. slurp..! Aahh.. slurp.. slurp..!
Kadangkadang dia sengaja mengguncangguncang tititku ke kiri
ke kanan dengan mulutnya, sementara kedua tangannya mengeluselus pantat dan
bijiku.
Aahh.. jangan kencengkenceng dong, Mbak..! kataku saat dia
menghisap dengan bernafsu.
Dia hanya tersenyum, lalu meneruskan kegiatannya. Hisap..
lepas.. hisap.. lepas.., terus sampai akhirnya dia seperti kelelahan.
Hmm.., Titit kamu enak banget Frank.. katanya sambil
menjilat bibirnya yang penuh lendir.
Kelihatan sekali dari sorot matanya yang liar kalau dia
sudah sangat horny.
Udah lama saya nggak ngisap Titit seenak ini, Frank..
Mbak..panggilku.
Jangan panggil aku Mbak dong.. desisnya sambil mencium
kepala kemaluanku,Panggil Evalinel.. aahh.. aja ya.. sstt.. desahnya.
Kembali dia menjilat kemaluanku dengan lidah meliukliuk
seperti lidah ular. Kali ini jilatannya naik ke atas, sambil tangannya membuka
Tshirtku. Aku juga tidak mau kalah, ikutan membuka bajunya. Dan ohh..
terlihatlah susunya yang besar itu.. kayaknya 36C. Ternyata dia tidak memakai
BH. Jadi sekarang hanya sisa celana dalamnya aja.
Ayo, hisap dong tetekku Frank.. desahnya.
Aku tidak menunggu lamalama lagi, langsung kulumat payudara
yang bulat itu. Awalnya yang kiri, dan yang kanan kuremasremas. Evalina
mengerang dan menjatuhkan diri ke ranjang.
Aahh.. sstt, ayyoohh.. sedot yang kuat.. Frank.. hh..,
hiissaapp.. putingnya oohh.. oohh..! desahnya.
Aku dengan semangat menghisap sesuai perintahnya. Sesaat
kugigit lembut putingnya.
Aaahh.. ennakk..! Hhh.. sedot terus.. sstt.. yang.. kuathh..
aahh..! jeritnya sambil menggelinjang.
Rupanya arus kenikmatan mulai menerpa Evalina. Tangan
kananku mulai menjelajah memeknya yang masih tertutup celana dalam. Wah, sudah
basah rupanya..! Apalagi saat jari tengahku menyelinap di antara Labia majora,
kerasa sekali beceknya. Pinggulnya mulai naik turun, rupanya Evalina sadar ada
benda asing yang menggesek kemaluannya. Apalagi saat jariku menyentuh
klitorisnya, makin kencang goyangannya. Seakan berusaha agar jariku tetap di
klitorisnya, tidak pindah kemanamana. Terbukti saat tangannya memegang tanganku
yang ada di kemaluannya,
Ya.. Say.. teruss.. oohh.. sstt.. gesek itilku.. oohh..!
erangnya.Cerpen Sex
Sekarang ciumanku sudah pindah ke lehernya yang jenjang dan
harum mulus. Memeknya tetap dihibur dengan jariku, sementara tanganku yang lain
membelai rambut indahnya.
Udahh.. Frank.. aku nggak tahan say.. sst..! kata Evalina.
Lalu dia menelentangkan aku dan dia ada di atasku. Dia
langsung menempatkan lubang kemaluannya tepat di depan wajahku dan secara
perlahan dia buka celana dalamnya dengan membuka ikatan tali di sampingnya.
Tercium semerbak wangi memeknya yang benarbenar membuatku terangsang. Tampak
tetesan lendir di lubang memeknya.
Hm.., wangi sekali Evaline. Franky suka baunya.. kataku.
Kamu suka bau memekku, Frank..? katanya manja.
Ya Evaline, duaduanya say..
Kalo gitu, jilatin dong say memekku..! katanya sambil
menurunkan memeknya ke wajahku.
Ayo jilat, Say..! desahnya.
Kuhisaphisap klitorisnya yang menyembul, kujilat memek dan
anusnya. Dan semua yang ada di sekitar kemaluannya kujilat dan kuhisap.
Jilaatt.. ohh.. terruusshh.. Frank.. jillaatt.. itilnyaa..
itilnyaahh.. teerruusshh.. ohh.. desahnya.
Wajahku benarbenar dijadikan gosokan sama dia. Digosoknya
terus memeknya di wajahku, kadang berputarputar. Lalu, Evalina mengubah posisinya
jadi di bawah, tapi tetap sambil kujilat memeknya. Dia menggeliatgeliat,
gairahsex.com kadang menyentak ke belakang saat klitnya kuhisap atau kujilat.
Kadang mengerang, menjerit, melolong, bahkan kadang kepalaku dijepit dengan
kedua pahanya yang putih mulus itu.
Ahh.. ohh.. oohh.. Evaline mau keluaarr.. Sayyhh.. ohh.. ohh..desahnya.
Saat dia menjeritjerit cepatcepat kuhentikan jilatanku dan
cepatcepat berdiri di samping ranjang.
Evaline.. kamu nggak papa kan..kataku bingung.
Tidak lama kemudian Evalina tersadar.
Ahh..? Lho..? Koq.. Kenapa berhenti sih Frank..? setengah
menjerit, lalu celingukan mencariku.
Setelah melihatku ada di sampingnya sambil bengong, Evalina
benarbenar geram.
Kamu.. benerbener jahat Frank..!
Evalina memasukkan 2 jari kirinya ke memeknya.
Franky.., kamu benerbener jahat..! jeritnya.
Tapi, Evaline kan tadi menjerit.. Franky jadi ketakutan..
kataku.
Aduh.. kamu kok culun amat sih Frank.. dasar perjaka.. tapi
nggak papa deh..katanya.
Untung diluar masih hujan besar. Jadi jeritannya tertutup
dengan suara hujan.
Sini dong Frank..! pintanya manja.
Karena aku bengong terus lalu dia dengan meraung seperti
macan dia melompat dari ranjang, berusaha menerkamku. Tapi gagal, karena aku
berkelit karena ketakutan. Aku berusaha menghindar dari sergapannya yang
dipenuhi hawa nafsu.
Jahat..! Jahat..! Jahat..! jeritnya sambil berusaha
mengejarku.
Kami berdua seperti penjahat dengan korbannya yang lagi main
kejarkejaran.
Karena kelelahan aku berhasil ditangkapnya. Aku langsung duduk
di kursi sofanya. Lalu, tanpa basabasi lagi, Evalina langsung duduk berhadapan
di pahaku. Bulu kemaluannya terasa lembut menyentuh pahaku, sedangkan batang
kemaluanku merapat di perutnya.
Mau lari kemana, Frank..? Jahat..! katanya sambil
menggesekgesekkan puting susunya ke putingku, rasanya nikmat sekali.
Orang Evaline lagi mau keluar koq dikerjain.. hh..? Itu
nggak boleh, Say..! omelnya sambil menatap tajam.
Ya Evaline.. Franky salah.. kataku.
Lalu kupagut bibirnya yang basah itu. Langsung dibalas dengan
ganas. Evalina memelukku dengan erat sambil menggesek naik turun kemaluannya ke
Tititku. Kemudian dia menghentikan pagutannya, lalu tersenyum mengejekku.
Kamu udah bikin Evaline pusing, kamu harus Evaline hukum..
katanya.
Dihukum apa Evaline..? kataku penasaran.
Hukumannya ini Frank.. lalu Evaline meraih Tititku dan
langsung dimasukkan ke memeknya, Ngentotin sampai aku puaass.. oohh..!
Lalu, Evalina langsung menggenjot Tititku UPDOWN.
Aduh, benarbenar nikmat nggak tahunya. Begitu ketat
mencengkeram Tititku. Sementara itu, di depan wajahku terpampang payudara besar
yang terguncangguncang.
Ahh.. oohh.., Titit kamu.. enak Frank.. sstt.. ahh.. sst..
ahh.. desahnya sambil naik turun.
Aku tidak dapat menjawab, soalnya lagi asyik melumat
teteknya. Tanganku mengeluselus sekitar pantat semoknya sampai belakang
memeknya, biar dia benarbenar puas.
Ah.. ah.. terus Frank..! Jangan berhenti Say..! Evaline,
suka ngentot sama kamu.. hh enak.. ohh.. ahh..! jeritnya.
Kadang kusentak juga dari bawah, dan Evalina senang sekali
kalau sudah begitu.
Sentak lagi.. oohh.. Aaa..! Iya.. iya.. gitu.. lagi..
lagii.. oohh..!
Lagi asyikasyiknya dia menggenjot Tititku, tibatiba
kuberdiri sambil membopongnya. Lalu aku jalanjalan keliling kamar sambil tetap
dia mengocok Tititku dengan memeknya yang luar biasa. Sebagai ganti sentakan
yang dia suka, gairahsex.com aku jalannya kadang seperti orang melompat. Kan
jadi sama nyentaknya. Tapi itu tidak dapat lamalama, karena badannya lumayan berat.
Jadi aku balik ke ranjang.
Kamu di bawah ya, Say..! Evaline suka di atas.. ss..
desisnya manja.
Ya.., buat Evaline.. apa aja deh..! kataku.Cerpen Sex
Tanpa banyak buang waktu, Evalina kembali melanjutkan
goyangannya. Kadang goyangnya benarbenar maut, sampai menyentak kepalanya ke
belakang. Atau kadang sambil meremas payudaranya, seperti di filmfilm Vivid.
Atau dengan merebahkan kepalanya di dadaku. Sambil mengocok, seperti biasa dia
suka sekali berkata kotor.
Hhmm.., ohh.. yess.. ***** me.. ahh.. hhmm.. enak kan,
Say..?
Enakk.. banget, Evaline.. lenguhku.
Seneng khaann.. Frank..!
Ya, .. sseneng.. ohh..
Evaline.. sukka.. Titit kamu.. Frank.. oohh.. desahnya
manja.
Franky juga suka memek Evaline.. ohh.. desahku.
10 menit kemudian, aku merasa seperti akan pipis, karena
Tititku sudah berdenyut. Rupanya Evalina juga begitu. Dinding memeknya mulai
bergetar dan sudah basah sekali. Genjotannya pun sudah mulai mengganas, seperti
saat dia menjerit tadi.
Oohh.. Frank.. Franky mau.. pipis..
Evaline.. juga Frank.. mau keluar.. tahan yah.. Frank, kita
barengan ya.. Frank..! desahnya.
Lalu, Evalina sudah semakin tegang, makin erat memelukku.
Auh.. Im comin Say.. ohh.. ahh.. ahh..! jeritnya, makin lama
makin keras.
Teruss.., Frank.. teruss.. aku.. ohh.. ahh.. Evaline keluarr..
Dia menjerit dan menghentakhentak dengan ganasnya. Saat itu,
otot memeknya betulbetul tegang dan memerah batang Tititku. Dia menyemprotkan
banyak sekali cairan, Lalu.
Evaline.. Frank mau pipis juga.. ohh..!
Pipiskan aja di dalam Frank.. jangan dilepass.. Say.. aa..!
Baca Juga : Ngentot Janda Muda Yang Kaya Raya
Croooot.. croooot.. crooooot..! cairankuku muncrat di dalam
memeknya.
Aku tidak dapat berkata apaapa lagi, hanya bisa menerawang
ke langitlangit. Menikmati orgasme. Masih ada beberapa hentakan lagi, sebelum
akhirnya Evalina terkulai lemas di dadaku. Rambutnya yang indah itu menghampar
bebas, langsung kubelai.
Frank.., makasih ya.., kamu telah memberi saluran yang
selama ini belum pernah Evaline rasakan katanya sambil mencium bibirku dengan
lembut.
Terus gimana Evaline.. tentang rencana selanjutnya..?tanyaku.
Entar aja deh, biar Evaline pikirpikir dulu, Frankkatanya.
Bila Evaline benarbenar mau cerai ama Fadli. Franky mau jadi
gantinya..kataku.
Ahh.. yang bener Frank.. emang kamu masih mau ama aku..
cewek yang udah tua ini..?katanya.
Franky cinta ama Evaline sejak pertama kita ketemu. Franky
nggak memperdulikan usia Evaline berapa yang penting Franky cinta ama
Evaline..kataku sambil mengecup bibirnya.
Ohh.. Frank kau sungguh lelaki jantan dan bertanggungjawab.
Sebetulnya Evaline juga suka ama kamu tapi khan aku sadar kalau usiaku udah
diatas kamu. Tapi, kenyataannya kamu suka ama Evaline. Jadi, Evaline setuju
aja.. tapi Franky sabar dulu ya.. Biar Evaline selesaikan urusan dengan suami
Evaline.. ya manis..katanya sambil mengecup bibirku lagi.
Ya Evaline, Franky akan tunggu..?tanyaku.
Nah gitu dong.. oh ya say.. Franky harus datang kesini dan
harus memuaskan Evaline setiap waktu.. ya sayang..katanya.
Ya say..jawabku. Lalu, kita berciuman dan akhirnya tertidur
pulas.



0 Komentar