Namanya Dennis, umur 15 tahun dan masih duduk di kelas 3
smp. Tampang Dennis biasa-biasa saja bahkan dapat dikatakan culun dan cupu.
Pengetahuannya akan seks juga sangat minim sampai akhirnya teman-temannya mulai
memperkenalkannya vcd dan situs-situs porno hingga akhirnya dia mulai tertarik
dan membuatnya kecanduan melihat sosok wanita telanjang. Keluarganya dapat
dikatakan cukup mampu, rumah mereka cukup bagus meskipun tidak terlalu mewah.
Papanya seorang pegawai swasta memiliki penghasilan lebih dari cukup untuk
membiayai kehidupan keluarganya.
Ibunya Dennis, Novia, berusia 34 tahun, telah melahirkan dua
orang anak. Dennis dan satu lagi si kecil Windy yang masih bayi dan masih
menyusu. Usianya cukup muda meskipun telah memiliki dua orang anak, itu karena
Novia menikah dengan suaminya Panji, papanya Dennis, saat masih berumur 19
tahun. Novia sendiri memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang masih bagus.
Keseharian Novia dihabiskan untuk mengurus rumah dan keluarganya. Tapi siapa
sangka, dia merupakan seorang wanita yang memiliki hasrat seksual yang cukup
tinggi. Bahkan dia memiliki sifat eksibisionis yang dimilikinya sejak masih abg
dulu.
Tentu saja sekarang dia tidak bisa bebas lagi melakukan hal
tersebut karena sudah berumah tangga. Tapi sesekali kalau ada kesempatan,
nalurinya beraksi kembali. Kadang dia sengaja mengenakan pakaian yang sekedarnya
saat menerima tamu laki-laki saat suaminya tidak ada di rumah, membuat tamu itu
menjadi mupeng melihat kulit Novia yang putih mulus tersaji di depan mata
mereka. Atau pernah juga dia menggoda teman-teman Dennis yang masih abg labil
itu dengan sengaja menyusui Windy di depan mereka, memperlihatkan buah dadanya
yang sekal dengan urat-urat hijau yang tampak membayang.
Kalau sedang dirumah memang Novia hanya mengenakan pakaian
yang seadanya saja, termasuk dihadapan anaknya Dennis. Awalnya Dennis tentu
saja tidak mempunyai pikiran macam-macam ke ibu kandungnya sendiri. Tapi karena
pergaulan dengan teman-teman yang salah, otaknya mulai diracuni hal-hal mesum.
Terlebih Dennis juga semakin dewasa dan naluri kelakiannya sudah mulai muncul.
Sehingga kini bila melihat paha ibunya, ataupun buah dada ibunya saat menyusui
adiknya, darahnya mulai berdesir dan kemaluannya juga merespon.
Suatu hari Novia kedapatan memergoki Dennis yang sedang
nonton bokep di laptopnya. Agak kesal juga sebenarnya Novia melihat kelakuan
anaknya. Diberi fasilitas laptop dan internet ternyata malah digunakan seperti
itu. Tapi dia paham kalau anaknya juga lelaki normal yang juga punya rasa
penasaran dengan tubuh lawan jenis. Karena itu dia tidak terlalu memarahi
anaknya, hanya sekedar menasehati saja.
“Hihi.. sepertinya kamu udah besar yah sekarang?” Goda Novia
lagi mengedipkan salah satu matanya sambil beranjak dari kamar Dennis. Tentu
saja hal itu membuat Dennis jadi salah tingkah karena malu.
Sejak saat itu Dennis merasa malu bila berjumpa mamanya,
terlebih kalau dirinya kedapatan mencuri pandang ke arah mamanya. Novia hanya
tersenyum dan tertawa renyah saja mendapati kelakuan anak sulungnya ini. Pernah
saat itu Dennis pulang sekolah dan menemukan ibunya membukakan pintu hanya
mengenakan handuk, tampak butiran air masih menempel di kulitnya yang masih
lembab. Saat itu Novia sedang mandi dan acara mandinya terganggu karena Dennis
pulang. Dennis tentu saja terpana melihat sosok indah di depannya ini. Novia
yang sadar diperhatikan Dennis memergoki anaknya yang melongo memandang
kearahnya.
“Kalau kamu mau mandi, sekalian aja mandi sama mama.. mama
juga belum selesai mandinya” entah darimana lagi ide gila Novia itu berasal.
Mengajak anaknya yang sedang mupeng itu mandi bersama. Dennis yang mendengar
ajakan mamanya makin salah tingkah saja, dia tidak tahu harus menjawab apa,
walaupun dia sebenarnya mau.
“Kenapa? Gak mau? Ya udah terserah kamu deh.. mama lanjutin
mandi dulu. Hmm.. ntar kalau kamu berubah pikiran datang aja.. hihi” kata Novia
menuju kamar mandi meninggalkan Dennis yang masih melongo disana. Tampak
hidungnya Dennis mengeluarkan darah karena mimisan.
Setelah mengganti pakaiannya, Dennis sempat ragu menerima ajakan
mamanya tadi. Apa mamanya serius tentang hal itu? Pikirnya. Tapi dia yang
memang penasaran akhirnya menuju kamar mandi yang mana mamanya masih berada di
sana.
“Eh eh, jangan ngambek gitu dong.. gak apa kok kalau kamu
emang mau barengan.. sini masuk” ajak Novia lagi. Dennis dengan agak ragu
akhirnya mau juga melangkah masuk. Dadanya berdebar bukan main ketika melangkah
masuk ke kamar mandi. Dia mendapati mamanya telanjang bulat, dengan tubuh
berlumuran busa sabun. Tampak busa sabun itu menggumpal menutupi daerah
selangkangannya, memberi kesan seksi dan erotis. Kepala Dennis terasa berat
menyaksikan itu semua, hidungnya serasa mau berdarah lagi, sungguh membuatnya tidak
tahan. Penis di dalam celananya berontak bukan main ingin bebas.
“Ye.. cepetan buka bajunya.. katanya mau ikutan mandi..
buruan telanjang” suruh Novia pura-pura tidak tahu kalau anaknya sedang mupeng
berat ke dirinya. Dennis yang tersadar dari lamunannya jadi salah tingkah lagi,
dia bahkan seperti kesusahan membuka pakaiannya sendiri, membuat Novia jadi
tertawa geli melihatnya. Terakhir kali Dennis mandi bareng dengan mamanya waktu
dia kelas 4 sd sebelum Dennis disunat, Dennis masih ingat betul bagaimana lekuk
tubuh telanjang mamanya waktu itu. Tapi dulu dia tidak punya nafsu sama sekali
melihat tubuh mamanya, berbeda sekali dengan sekarang.
Novia tersenyum melihat penis anaknya yang sudah menegang
maksimal walaupun ukurannya terbilang sedang. Sedangkan Dennis merasa begitu
malunya telanjang dengan penis tegang mengacung di depan mamanya yang juga
telanjang bulat ini. Dia berusaha menutup-nutupi kemaluannya dengan tangannya.
“Gak usah ditutup-tutupi segala sayang, kan mama sendiri..
lagian mama juga udah pernah lihat” goda Novia. Memang Novia sudah pernah
melihatnya, tapi itu beberapa tahun yang lalu. Sekarang sungguh berbeda, usia
Dennis sudah jauh bertambah dan tanda-tanda kelakiannya sudah muncul. Dennis
dengan masih malu-malu akhirnya membuka juga tangannya.
Mereka akhirnya mandi bersama, Novia berusaha untuk tidak
terlalu memperdulikan Dennis yang mupeng berat agar Dennis tidak tambah malu.
Busa sabun yang tadi menutupi selangkangan Novia kini sudah terbilas bersih
dengan air, sehingga kini Dennis bisa melihat vagina beserta bulu kemaluan
milik mamanya lagi yang sudah lama tidak dilihatnya. Novia juga membantu Dennis
menyabuni punggung Dennis dan membasuh rambut Dennis dengan busa sampo
selayaknya ibu yang perhatian pada anaknya. Selama acara mandi tersebut penis
Dennis selalu ngaceng, tentu saja karena terangsang karena keadaan ini.
Akhirnya acara mandi itu selesai juga, mamanya keluar dari
kamar mandi terlebih dahulu. Tapi sebelum keluar mamanya mengatakan sesuatu
yang membuat Dennis jadi terkejut dan malu.
“Kamu pasti udah gak tahan kan? kamu keluarin deh.. tapi
jangan lupa dibersihin.. hihi.. mama ke kamar dulu yah” bisik Novia menggoda
kemudian keluar dari kamar mandi. Sungguh malu Dennis karena mamanya mengetahui
bebannya itu. Setelah mamanya keluar dan menutup kamar mandi, Dennis beronani
menuntaskan nafsunya yang sudah sedari tadi diubun-ubun. Tentu saja yang
menjadi objek onaninya kali ini adalah mamanya.
Setelah saat itu, Novia semakin berani saja menggoda anaknya
Dennis. Dia bahkan pernah hanya mengenakan kemeja dan celana dalam saja ketika
hanya berduaan dengan anaknya di rumah. Saat Novia menyusui bayinya, dia tidak
berusaha menutup-nutupi padangan Dennis ke arah buah dadanya, bahkan membuka
kedua payudaranya sekaligus. Intensitas onani Dennis semakin bertambah
karenanya, tentu saja selalu mamanya yang menjadi objeknya. Pernah saat mandi
bersama dengan Dennis lagi, dia bahkan berada disana menyaksikan anaknya onani di
depannya.
“Gak apa nih ma? Dennis malu nih..”
“Iya gak apa, mama tahu kok kalau kamu sering bayangin mama.
Kali ini mama kasih bonus deh.. mama bakal temanin kamu, gak perlu cuma ngayal
lagi kamunya..” kata Novia menggoda Dennis. Darah Dennis berdesir mendengarnya,
walaupun malu dia sebenarnya senang bukan main mamanya mau menemaninya,
bersedia membantunya onani dengan memandangi tubuh telanjang Novia langsung.
Dennis akhirnya mulai beronani, dia mengocok penisnya sendiri. Sungguh berbeda
sekali rasanya dengan hanya bisa membayangi, karena kini mamanya berada di
depannya langsung. Bersedia tanpa paksaan menyerahkan tubuh telanjangnya
menjadi objek onani anaknya.
Novia hanya tersenyum saja selama anaknya beronani tersebut,
membuat Dennis makin belingsatan. Tidak butuh waktu lama bagi Dennis untuk
keluar. Itu karena sensasi yang dia alami kali ini jauh lebih luar biasa dari
pada hanya dapat membayangi mamanya saja. Mamanya tertawa renyah melihat
anaknya ejakulasi begitu cepatnya. Tapi dia dapat memaklumi karena anaknya
memang masih hijau dalam urusan begini.
Sebenarnya Novia menyuruh Dennis keluar karena dia juga
merasa horni, dia ingin sedikit bersenang-senang dengan melakukan masturbasi
dahulu sebelum menyelesaikan acara mandinya. Setelah Dennis keluar dan pintu
tertutup. Novia berbaring di atas lantai kamar mandi berlapis marmer yang
dingin, meskipun lantai itu terkesan kotor tapi dia tidak peduli lagi. Aksinya
terhadap Dennis tadi betul-betul sudah membakar birahinya, dia ingin segera
menuntaskan nafsunya. Dia mainkan vaginanya sendiri menggunakan jarinya,
mengusap-ngusap klirotisnya sendiri. Tapi entah kenapa dia malah memikirkan
Dennis, mungkin karena aksi nakalnya tadi yang cukup berani.
“Ohh.. Dennis.. kamu nakal sayang, onani di depan mama..
nggmmhh..” racau Novia berbicara sendiri sambil mengusap-ngusap klirotisnya.
“Kamu nakal Dennis.. mesum ke mama kamu sendiri.. oughh..
kamu mau ngentotin mama kamu sendiri? Nih.. boleh.. masukin gih..” racaunya
lagi. Dia masukkan jarinya sendiri ke dalam vaginanya setelah mengatakan hal
itu. Dia aduk-aduk vaginanya sendiri menggunakan jarinya sambil terus meracau
sendiri.
“Iyaah.. terus sayang.. entotin mama sayang.. yang
kencaaang.. ougghh” Dia terus memainkan jarinya di vaginanya sendiri selama
beberapa saat serta memilin-milin putingnya hingga air susunya merembes keluar.
“mama mau sampai sayang.. kita keluar barengan.. terus
sayang.. iya.. teruuusss.. mama sampaaaaaiiiiiiii.. aaaaahhhhhhhh…” lenguh
Novia cukup kuat saat dia klimaks, dia tidak peduli kalau lenguhannya itu bisa
terdengar oleh Dennis. Novia baru tersadar apa yang baru saja dia katakan saat
masturbasi tadi, membayangi kalau dia bersetubuh dengan Dennis anaknya. Dia
sendiri bingung kenapa sampai membayangi hal tersebut, tapi dia tidak
memungkiri sensasi nikmat berbeda yang baru saja dia alami. Apakah itu
nikmatnya sensasi incest? Pikirnya.
Setelah saat itu Dennis beberapa kali mengajak Novia mandi
bersama, tentu saja selalu disertai dengan onani di depan mamanya. Dia yang
awalnya malu-malu, sekarang tidak segan lagi untuk mengajak dan meminta bantuan
mamanya. Tidak jarang juga Novia melanjutkan masturbasi sendiri setelah itu,
baik di kamar mandi maupun di kamar. Seiring waktu berlalu, Novia mulai
menggunakan tangannya membantu Dennis onani. Mengocok penis anaknya dengan
tangannya sendiri, sebuah kemajuan yang luar biasa dan cukup gila yang
dilakukan oleh mereka. Novia juga mempersilahkan anaknya untuk ngomong kotor
padanya.
“Oughh.. enak mah.. terus..” racau Dennis. Sepertinya Dennis
masih berusaha menahan mulutnya untuk tidak berkata-kata kotor. Novia putuskan
untuk memancing anaknya dahulu.
“Sayang.. menurut kamu mama cantik nggak?”
“Cantik mah.. cantik banget..”
“Seksi nggak sayang?”
“iya mah..”
“Berarti kamu nafsu dong liat mama?”
“Iya mah.. Dennis nafsu liat mama.. mama cantik banget,
seksi, menggoda..” Novia tersenyum mendengar jawaban Dennis, sepertinya caranya
cukup berhasil.
“Hihi, kamu nakal yah.. Apanya mama yang bikin kamu nafsu
sayang?” goda Novia lagi sambil tetap mengocok penis Dennis.
“Semuanya mah.. wajah mama, susu mama, paha mama, memek
mama.. kontol Dennis ngaceng terus kalau liat mama” kata Dennis mulai berani
ngomong jorok.
“Hihi.. mesum kamunya.. udah pandai yah ngomong jorok ke
mama.. terusin sayang.. ngomong aja..”
“Dennis pengen ngentotin mama.. oughh.. ngulum tetek mama
yang penuh susu sampai puas”
“terus sayang? apa lagi? puas-puasin aja ngomong joroknya ke
mama”
“Dennis pengen genjotin memek mama pake kontol Dennis terus
terusan.. siramin peju Dennis ke memek mama tempat Dennis lahir dulu sampai
mama hamil anak Dennis” Novia tertawa renyah mendengar ucapan anaknya ini,
ternyata bisa-bisanya anaknya berfantasi seperti itu ke mamanya.
“Ngghh.. mau keluar mah.. gak tahan lagi..” lenguh Dennis.
“Keluarin aja sayang.. gak usah ditahan”
“Aaah…. Noviaaaaa” teriak Dennis menyebut nama mamanya.
Novia menutup kepala penis Dennis dalam genggaman tangannya, sehingga akan
membuat sperma Dennis tertampung di tangannya.
Beberapa detik kemudian muncratlah sperma Dennis dengan
banyaknya ke tangan Novia. Melumuri tangan mamanya dengan spermanya sendiri.
Dennis merasa sangat puas sekali, semakin hari onani yang dia rasakan semakin
nikmat saja.
“Hihi.. banyak nih sperma kamu” kata Novia menunjukkan
tangannya yang berlumuran sperma anaknya.
“Enak yah sayang? Puas kan?”
“Latihan biar kamu bisa tahan lebih lama.. kan malu ntar
kamu sama pacar kamu kalau kamu kecepetan keluarnya” jelas Novia. Sebuah ide
yang gila yang entah dari mana datangnya tapi dia coba menjelaskannya dengan
alasan yang masuk akal.
Novia mulai membantu melatih ketahanan Dennis dengan tetap
menggunakan tangannya, bagaimanapun dia tidak mau untuk melakukan hal lebih
dari ini. Novia sendiri tidak begitu yakin benar atau tidak cara ini ampuh bagi
Dennis. Tapi sedikit demi sedikit Dennis mulai lebih lama jebol pertahanannya.
Mereka melakukan itu siang atau sore hari saat papanya
Dennis sedang berkerja, rata-rata mereka melakukannya 1 sampai 2 hari sekali.
Meski pernah juga dalam sehari Dennis sampai 2 kali berlatih hal tersebut.
Untuk memberi Dennis semangat, mamanya kadang memberinya hadiah kalau Dennis
bisa mencapai waktu yang ditentukan Novia. Bisa berupa ciuman, pelukan, dan
uang jajan tapi Novia tidak mau memberinya lebih dari itu seperti hadiah-hadiah
erotis.
Sampai saat ini mereka masih menjaga agar hal ini tidak
ketahuan oleh papanya Dennis. Pernah hari itu Dennis yang tidak tahan minta
dionanikan oleh mamanya, padahal papanya berada di rumah saat itu. Mereka
melakukannya diam-diam di dalam kamar mandi saat papanya sedang menonton tv.
Dennis yang masuk duluan dengan dalih akan mandi, kemudian dengan diam-diam
mamanya juga masuk tidak lama kemudian.
Merekapun akhirnya melakukan hal itu lagi di sela-sela
mandinya Dennis, tapi Novia masih tetap mengenakan pakaiannya. Tentu saja
mereka tidak bisa bebas bicara mendesah seperti biasanya karena ada papanya di
rumah.
“Ayo sayang.. keluarin yang banyak” kata Novia berbisik
sepelan mungkin.
“Ngghh.. mah..” lenguh Dennis tertahan. Sperma Dennis tumpah
lagi di tangan mamanya. Tapi apa yang dilihatnya kemudian membuat darahnya
berdesir, mamanya menjilati sedikit lelehan spermanya.
“Ueekk.. asin yah ternyata peju kamu..” kata Novia berbisik
sambil tersenyum menggoda. Dennis cuma merespon ucapan mamanya dengan tersenyum
karena tidak tahu harus ngomong apa. Setelah itu mamanya keluar dari kamar
mandi setelah membersihkan tangannya, meninggalkan Dennis yang masih meneruskan
mandinya.
“Masih belum bisa lama nih ma..” kata Dennis, terlihat wajah
lesu di raut mukanya. Dia masih belum bisa untuk mencatatkan rekor waktu yang
lebih lama lagi.
“Udah lebih bagus kok.. setidaknya ada perkembangan, mama
yakin kok kamu bisa lebih baik besok..” Kata Novia sambil mengedipkan matanya.
Dia ingin anaknya mendapatkan pengalaman seks yang cukup nantinya dan tidak
ingin membuat anaknya mendapatkan malu dari pacarnya karena ejakulasi yang
cepat.
“Gimana kalau kamu ajak temanmu kemari, ikut latihan
denganmu” sebuah usul yang terdengar gila meluncur dari mulut Novia. Dennis
sendiri terkejut mendengar usul ibunya tersebut. Mengajak temannya kemari?
Untuk ikutan merasakan kenikmatan dari tangan ibunya? sungguh gila ide mamanya.
“Kok harus mengajak orang lain segala sih ma?” tanya Dennis
mencoba mengetahui apa yang sebenarnya mamanya pikirkan.
“Gini sayang.. mama pikir kamu akan lebih semangat kalau
kamu ada lawannya. Jadi ntar kamu lomba deh sama temanmu siapa yang paling
lama, ntar yang menang dapat hadiah deh dari mama” jawab Novia. Sebuah alasan
yang Dennis pikir ada benarnya juga omongannya, pasti dengan suasana seperti
itu membuatnya lebih semangat dan tidak ingin cepat cepat keluar, pikir Dennis.
“Oke deh ma.” Kata Dennis menyetujui. Dennis sebenarnya
sedikit ragu untuk mengajak temannya. Dia juga tidak tahu siapa yang akan dia
ajak. Beberapa temannya memang ada yang menyukai mamanya Dennis. Hal itu Dennis
ketahui saat mengajak temannya main ke rumah. Teman-temannya yang abg labil
seperti halnya Dennis tentu saja tidak bisa lepas melihat wanita cantik,
termasuk Novia, mamanya Dennis. Mereka berkomentar betapa cantik dan seksi
mamanya. Dennis yang mendengar hal tersebut awalnya tidak suka, tapi setelah
dia perhatikan ternyata omongan temannya ada benarnya juga.
Walaupun Novia sudah berumur 34 tahun dan sudah melahirkan 2
orang anak, bahkan yang paling kecil sedang tahap menyusui, tapi tubuh Novia
masih terawat dengan baik karena dia rajin olahraga untuk mengembalikan bentuk
tubuhnya setelah melahirkan. Dengan kulit putih mulus dan bentuk tubuh yang
bagus serta wajahnya yang manis menjadi daya tariknya. Suami-suami tetanggapun
banyak yang melirik-lirik ke Novia saat Novia belanja ke warung ataupun
melakukan aktifitas di luar rumah.
Sungguh anak-anak remaja sekarang mudah sekali mendapat
akses porno dari internet, hal itulah yang membuat mereka begitu labilnya kalau
melihat wanita cantik. Dennis yang sebenarnya polos, mulai ikut-ikutan
temannya. Diantara teman-temannya yang rata-rata berpikiran mesum ini ada yang
paling parah, Jaka namanya. Jaka sendiri dianggap bos oleh rombongan geng yang
Dennis ikut-ikutan ini. Itu karena usia Jaka yang sudah 17 tahun yang memang
selayaknya sudah sma. Dennis sering dimintai uang rokok oleh Jaka, walaupun
berat hati tapi terpaksa juga diberi oleh Dennis.
Beberapa hari kemudian di sekolah, entah kenapa Dennis malah
ingin mengajak Jaka ke rumah. Ya.. sebaga rival latihannya bersama mamanya
tentunya. Dennis sendiri yang menerangkan panjang lebar ke Jaka tentang maksud
tujuannya. Mendengar penjelasan Dennis ini, tentu saja Jaka semangat bukan main
dan menyetujuinya. Sudah lama dia tertarik pada mamanya Dennis. Walaupun Novia
bukan gadis abg tapi sungguh menggoda dan nafsuin seperti artis milf Jav yang
sering dia tonton. Akhirnya setelah pulang sekolah Dennis mengajak Jaka ke
rumahnya.
“Ma.. Dennis pulang mah.. Dennis ajak teman nih..” kata
Dennis masuk ke rumah yang tidak terkunci dan mempersilahkan Jaka duduk di sofa
tamu.
“Mah, ni Jaka.. yang dulu juga pernah main kesini” kata
Dennis pada Novia. Tidak lama kemudian Novia muncul yang sepertinya habis
menidurkan bayinya di kamar. Dia mengenakan daster rumahan biasa, meskipun
begitu dia tetap saja terlihat cantik.
“Oh.. Jaka” Novia tersenyum manis sambil menerima salaman
tangan teman anaknya itu. Jaka mencium punggung tangan Novia. Mata Jaka tentu
saja sudah mulai kelayapan kesana kemari menerawang ke tubuh wanita ini. Novia
sebenarnya sadar mata anak itu kelayapan melihat tubuhnya, tapi entah kenapa
dia merasa horni diperhatikan seperti itu. Sepertinya sifat eksibisionisnya
muncul kembali. Sifat nakalnya yang pertama dia alami saat dia masih gadis
dahulu yang sampai sekarang masih tetap ada. Ya.. dia memang senang kalau
dirinya menjadi pusat perhatian kaum Adam. Tidak terkecuali oleh teman-teman
anaknya sendiri.
“Yuk mulai” ajak Novia. Dia kemudian bersimpuh di
tengah-tengah Dennis dan Jaka yang telah bertelanjang bulat dan sudah ngaceng
dari tadi. Dennis sendiri sebenarnya masih merasa tidak nyaman dengan adanya
Jaka yang ikut. Tapi sudah terlambat, dia sendiri yang mengajak Jaka kemari.
Dada Dennis berdebar karena akan melakukan hal ini lagi, bahkan kini temannya
ikut serta. Tangan Novia mulai mengocok kedua penis remaja tanggung ini di sisi
kiri dan kanannya. Yang mana salah satunya milik anaknya sendiri.
“Ha? jadi kamu sering ngayalin tante? Dasar kamu kecil-kecil
udah gini..” kata Novia sambil tetap mengocok penis mereka.
Setelah beberapa saat, terlihat ekspresi dari Dennis yang
sepertinya sudah tidak tahan untuk keluar.
“Ma… gak tahan.. agghh…”
“Oi, Den.. liat tuh.. jadi ngiler gue pengen nyusu ke nyokap
lo” kata-kata yang sebenarnya sangat kurang ajar. Mengomentari ibunya seperti
itu. Tapi entah kenapa Dennis juga merasakan hal yang sama dengan Jaka.
Nalurinya tidak dapat dibohongi kalau dia juga ngaceng liat payudara ibunya
sendiri yang sedang menyusui adeknya.
“Hihihi.. dasar kamu. Maksudnya nyusu? Porno yah kalian..
hihi” Novia malah merespon permintaan mesum Jaka sambil tertawa-tawa.
“Oke deh, tante turutin. Dennis, kamu harus menang yah kali
ini, jangan biarkan teman kamu yang malah dapat susu mama, kan kamu yang
anaknya mama. Hihi..”
“Iya ma.. Dennis usahain”
Novia melepaskan Windy dari sisinya. Tampak Windy sudah
tenang, mungkin karena sudah kenyang menyusu. Novia lalu meletakkan Windy ke
kursi di sebelahnya.
“Mau sekarang?” tanya Novia dengan tatapan nakal tanpa
menutup payudaranya dengan baju terlebih dahulu, membiarkan payudara sebelah
kanannya menjadi santapan mereka. Membuat kedua remaja itu hanya
mengangguk-angguk mupeng karenanya.
Dennis dan Jaka mendekati Novia, meloloskan celananya hingga
mereka sekali lagi mengacungkan penis mereka ke Novia. Tangan Novia mulai
mengocok kedua penis itu lagi. Saat penis mereka dikocok Novia, mata mereka
tidak henti-hentinya menatap ke payudara yang terpampang bebas itu, membuat si
punya penis makin kelojotan.
“Huu.. udah gak sabar yah kamunya, ya udah sini duduk dekat
Tante” kata Novia sambil menggeser posisi duduknya memberi tempat untuk Jaka
untuk duduk di sebelahnya. Jakapun akhirnya duduk di sebelah Novia dan mulai
mengarahkan mulut hitamnya ke pucuk payudara Novia yang siap menyambut
mulutnya. Walau agak grogi, tapi akhirnya mulut Jaka menempel ke pucuk payudara
kanan Novia. Terasa cairan hangat mulai masuk ke mulutnya saat dia coba
mengenyot putting payudara tersebut.
Melihat temannya yang asik menyusu ke ibu kandungnya membuat
perasaan Dennis tidak karuan saat itu. Cemburu, sakit hati, horni, semua campur
aduk. Bagaimanapun itu adalah ibu kandungnya dan kini payudara ibunya sedang
dinikmati temannya yang cabul itu. Sambil menyusu ke Novia, mata Jaka sesekali
menatap ke Dennis sambil cengengesan seperti sedang memberitahunya betapa
nikmatnya menyusu ke ibunya.
“Yee.. ini kan hadiah untuk yang menang. Jadinya khusus
untuk Jaka dong.. kalau kamu juga mau, ronde selanjutnya kamu harus menang yah
sayang..” jawab Novia. Sekali lagi tampak Jaka cengengesan melirik ke Dennis,
membuat hati Dennis makin pedih.
“Eh.. i-iya ma, gak papa” jawab Dennis. Rasa pedih di
hatinya entah kenapa kalah dengan rasa horni dan penasaran melihat tubuh
telanjang dada ibunya. Mendengar jawaban anaknya Novia cuma tersenyum, dia
kemudian mulai meloloskan daster bagian atasnya sehingga kini bagian atas
tubuhnya tidak tertutup kain sedikitpun. Memamerkan tubuh bagian atasnya dengan
buah dada sekal yang penuh cairan susu.
“Dasar” kata Novia sambil mencubit pipi Jaka. Remaja itu
kemudian melanjutkan acara nyusunya lagi. Kali ini payudara kiri Novia yang
dijilat dan dihisapnya, sambil payudara kanannya menjadi sasaran remasan tangan
nakal Jaka. Memang tidak ada persetujuan kalau yang menang boleh melakukan hal
mesum seperti meremas payudara Novia. Tapi Novia tidak menganggapnya masalah.
“Tante, kocokin lagi dong.. kan tadi belum keluar. Pasti enak
nih nanti rasanya ngecrot sambil nyusu.. hehe” pinta Jaka mesum.
“Hmm.. iya-iya. Porno kamunya. Kamu baring deh sini.” setuju
Novia menyuruh Jaka berbaring di atas sofa dengan kepala Jaka berada di atas
paha Novia yang diberi bantal sofa, sehingga mulut Jaka kini tepat di depan
payudara Novia. Tangan Novia kini meraih penis Jaka dan mulai mengocoknya lagi.
Sungguh beruntung Jaka ini, merasakan kenikmatan menyusu dari payudara yang
putih sekal sambil penisnya dikocok oleh wanita secantik dan seseksi Novia.
Sambil membiarkan Jaka menyedot susu dari buah dadanya, dia mengocok batang
penis teman anaknya tersebut. Anaknya sendiri masih melongo menatap nanar aksi
temannya yang semakin mesum ke ibu kandungnya. Jaka masih saja melirik
cengengesan ke arah Dennis. Kini ibunyapun juga ikut-ikutan melirik tersenyum
ke Dennis yang cemburu dari tadi, yang membuat hati Dennis makin tidak karuan.
Tapi suara rewelan Windy menganggu suasana mesum ini. Tentu
saja Jaka yang merasa sangat terganggu karena aksinya belum selesai.
“Kamunya kan yang gak mau ngalah. Hmmhh.. dasar. Dennis,
tolong kamu timang-timang adek kamu dulu dong” suruh Novia ke anaknya. Dennis
dengan perasaan yang tidak karuan menuruti saja perintah ibunya ini. Dia ambil
Windy yang masih menangis dan menimang-nimangnya. Dennis menggendong adeknya
itu mutar-mutar rumah. Meninggalkan ibu dan temannya yang masih saja asik
dengan aktifitas mesum mereka. Cukup lama untuk membuat Windy untuk tertidur
lagi. Setelah Windy tertidur, barulah Dennis kembali ke tempat tadi.
“Ma, udah tidur nih.. bawa ke kamar aja yah Windynya?” tanya
Dennis berbisik sambil melihat ibunya yang masih saja menyusui Jaka.
“Ngghh, iya sayang, bawa ke kamar aja” jawab Novia. Dengan
berat hati Dennis membawa Windy ke kamar, sudah tidak dapat apa-apa malah harus
urusin Windy, gerutunya.
Saat Dennis kembali dia melihat mereka sudah berganti
posisi. Kali ini Novia berada di bawah tindihan Jaka yang masih sibuk mengenyot
buah ibunya ini. Penis Jaka pun masih tetap dikocok oleh Novia dengan posisi
seperti itu. Tampak daster yang dikenakan Novia makin acak-acakan karena
perbuatan Jaka ini. Temannya benar-benar melakukan hal mesum ke ibunya. Novia
sendiri mulai melenguh karena permainan lidah dan tangan Jaka di buah dadanya.
Melihat anaknya sudah kembali Novia berusaha untuk mendorong tubuh Jaka.
“Sayang, sorry yah. Ini Jaka masih belum puas aja” kata
Novia pada Dennis. Memang tidak ada batasan waktu sampai kapan hadiah nyusu itu
diberikan sehingga Jaka masih saja meneruskan aksinya. Jaka sebenarnya sudah
kenyang meminum susu dari payudara Novia, sekarang dia lebih tepatnya menjilati
dan memainkan payudara Novia dengan mulut dan lidahnya. Dennis yang memang jadi
pihak yang kalah terpaksa hanya menuruti apa yang telah dijanjikan.
Melihat anaknya yang mupeng dari tadi Novia tidak tega juga.
Dia dorong dengan paksa tubuh Jaka dari dirinya.
“gimana kalau Jaka boleh ngentotin tante.. hehe” jawab Jaka
kurang ajar. Dennis sendiri terkejut bukan main mendengar permintaan temannya
ini, betul-betul kurang ajar. Ingin sekali rasanya dia melayangkan tinju ke
mulut Jaka. Tapi dia melihat ibunya malah tertawa mendengar permintaan Jaka
ini.
“Eh eh, enak aja main hajar anak tante. Gak boleh pokoknya,
pake mulut tante aja yah.. gak apa kan? jejalin deh suka-suka kamu ke mulut
tante kalau kamu menang.” tawar Novia dengan senyum nakal. Memberi Jaka harapan
kalau dia boleh melampiaskan nafsunya menggunakan mulutnya.
“Ya udah tante.. oke deh.. hehe” setuju Jaka. Dennis yang
mendengar tawaran dari mulut ibunya makin membuat hatinya tidak karuan. Kalau
dia kalah berarti dia kalah satu putaran lagi dari Jaka, yang juga berarti Jaka
akan semakin berbuat tidak senonoh terhadap ibunya, tubuhnya jadi panas dingin
dibuatnya. Dia ingin sekali menang dan mencoba mendapatkan kenikmatan itu. Tapi
dia juga penasaran melihat apa yang akan dilakukan Jaka ke ibunya kalau dia
kalah. Entah kenapa hatinya jadi bimbang begini.
“Tante, lepasin aja dasternya, nanggung tuh” pinta Jaka.
“Apaan nanggung-nanggung.. dasar kamu, iya deh tante
lepasin” setuju Novia. Diapun membuka dasternya yang sedari tadi memang sudah
terpasang tidak karuan karena bagian atasnya sudah terbuka. Kini Novia hampir
benar-benar telanjang di depan kedua remaja tersebut, dia saat ini mengenakan
celana dalam berenda yang menjadi satu-satunya pakaian yang masih menempel di
tubuhnya. Dennis yang meskipun sudah pernah melihat tubuh telanjang ibunya
tetap saja sekarang membuat dadanya berdecak kagum serta langsung membangkitkan
nafsunya.
Ronde selanjutnyapun dimulai, Dennis ternyata memang kalah
pengalaman dari Jaka. Dengan berat hati dan kecewa dia harus merelakan kalau
dia lagi-lagi harus kalah dari Jaka. Dia sungguh kecewa tidak bisa
menyelamatkan ibunya dari perlakuan mesum Jaka.
“Haha.. gue bilang juga apa? Gue yang bakal menang. Yes”
sorak Jaka. Novia tersenyum mendengarnya.
Baca Juga : Ketika Bisa ML Dengan Cewek Perawan
“Iya-iya kamu menang.. menang terus nih kamunya, kasihan
anak tante gak dapat dari tadi” kata Novia sambil melirik ke Dennis yang sedang
terduduk kecewa. Jakapun mendorong tubuh Novia ke sofa dan menghimpitnya lagi.
Dia sepertinya ingin melanjutkan aksinya tadi yang belum selesai.
“Duh.. aww.. Jaka, pelan-pelan dong..” kata Novia. Tanpa
menjawab Jaka meneruskan perbuatannya ini, dia mulai menciumi bagian tubuh
Novia yang lain, termasuk wajah dan mulut Novia. Dennis lagi-lagi hanya bisa
memandang temannya berbuat mesum ke ibunya. lidah Jaka dan Novia kini saling
membelit, saling berbagi liur satu sama lain. Jaka lalu menjulurkan lidahnya,
Novia yang tahu berbuat apa langsung mengulum lidah Jaka tersebut, sungguh
erotis sekali. Jaka juga melakukan hal yang sama dengan mengulum lidah Novia
yang dijulurkan, mereka lakukan hal tersebut bergantian beberapa kali.
“Tante lihat tuh, anak tante ngiri tuh..” kata Jaka. Novia
melirik ke arah anaknya yang memang lagi mupeng berat melihat aksi mereka ini.
Sebuah pemandangan yang malah membuat hati anaknya panas dingin tidak karuan.
“Coba buka mulut tante..” suruh Jaka. Novia mengikuti
kemauan remaja ini dan membuka mulutnya lebar-lebar. Jaka kini dengan kurang
ajarnya meludah ke dalam mulut Novia, di depan mata anaknya sendiri yang dari
tadi hanya memperhatikan mereka. Lagi-lagi Jaka cengengesan sambil melirik ke
Dennis setelah melakukan hal bejat tersebut, bahkan ibunya juga melirik sambil
tersenyum ke arah Dennis setelah menelan liur Jaka.
Bagi Novia sendiri ini juga merupakan sensasi yang baru
pertama dia rasakan. Bergumul dengan pria yang seumuran anak laki-lakinya,
bahkan di depan anak laki-lakinya itu sendiri. Menelan liur seperti inipun
tidak pernah dia lakukan dengan suaminya, tapi kini dia malah melakukan hal
menjijikkan ini dengan teman anaknya. Dennis yang melihat itu begitu terbakar
hatinya, tapi dia juga terangsang melihat aksi mereka. Membuatnya tidak tahu harus
bagaimana dan berbuat apa.
“Lagi ya tante..” kini Jaka tampak komat-kamit mengumpulkan
liur sebanyak mungkin dan akhirnya menumpahkan kembali liurnya ke dalam mulut
Novia. Kini bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Tampak lelehan liur Jaka
keluar dari mulut Novia karena tidak mampu menelan semuanya.
“Maaf yah sayang, Kan Jaka yang menang. Kamu kalah sih..
kamu tolongin lihat situasi aja yah sayang, siapa tahu papa kamu pulang, gak
papa kan?” Dennis hanya mengangguk lesu menyetujui perintah mamanya ini.
Sebelum mereka masuk ke kamar, lagi-lagi Jaka mengeluarkan cengengesan
menjijikkannya ke arah Dennis.
Kini Dennis tinggal sendiri di luar kamar, entah apa yang
sedang mereka lakukan Dennis benar-benar tidak mengetahuinya, sama sekali tidak
terdengar suara dari luar kamar tempat Dennis berdiri ini. Tubuh Dennis jadi
panas dingin membayangkan apa yang terjadi pada mamanya di dalam sana. Dennis
penasaran apa yang terjadi, selang beberapa lama dia putuskan untuk berusaha
mencuri dengar apa yang sedang terjadi di dalam.
Beberapa kali terdengar suara lenguhan ibunya dan Jaka,
entah apa yang mereka lakukan. Dennis betul-betul tidak tenang di luar sini.
Hatinya begitu tidak karuan mendengar dan membayangkan apa yang sedang terjadi di
dalam. Suara Windypun terdengar dari sana, sepertinya Windy terbangun karena
ulah Novia dan Jaka di dalam sana.
Dennis putuskan untuk tidak meneruskan menguping. Hatinya
sudah begitu panas mendengar dan membayangkan itu semua. Lebih setengah jam
lamanya Dennis hanya duduk di sofa terdekat dari kamar orangtuanya ini hingga
akhirnya pintupun terbuka dan mereka keluar dari kamar. Tampak Novia sudah
kembali mengenakan pakaian lengkap, tapi rambut dan wajahnya terlihat acak-acakan,
membuat Dennis betul-betul penasaran apa saja yang telah mereka lakukan.
“Gimana sih kamu ini, itu kan hadiah kalau kamu bisa menang.
Ya udah sekali saja, ntar malam kamu tungguin mama yah, jangan tidur dulu” kata
Novia memberi harapan pada Dennis sambil mengedipkan matanya.
“Kok gak sekarang aja sih ma?”
“Udah mau malam nih, ntar papa kamu keburu pulang. Ntar
malam aja yah..” katanya lagi sambil mengelus kepala Dennis. Akhirnya Dennis
setuju saja dari pada tidak sama sekali. Hati Dennis senang bukan main
mendengar perkataan ibunya, dia tidak sabar menunggu malam tiba.

0 Komentar